Fakta menarik suku sasak desa Sade Lombok

Posted by

Advertisement

Pada artikel ini saya akan membahas tentang tempat wisata yang ada di Lombok salah satunya adalah desa Sade Suku Sasak. Suku sasak merupakan suku yang tinggal di pulau Lombok. Hampir sebagian besar penduduk di Lombok ini adalah suku sasak. Lalu apa yang menarik dari suku sasak ini? ya, perjalanan saya kali ini akan belajar banyak tentang tradisi dan tempat tinggal suku sasak tepatnya di desa Sade kampung Rembitan Lombok. Desa sade sudah banyak dikenal oleh para wisatawan karena memang penduduk desa ini sudah membuka diri dari lingkungan sekitarnya namun tetap mempertahankan segala tradisi dan bentuk-bentuk rumahnya. 

Jika anda dari berwisata di daerah pantai kuta lombok dan tanjung aan dan akan menuju kota Mataram, sebaiknya mampir ke desa sade ini karena tidak terlalu jauh. Ketika sampai di lokasi parkir akan disambut oleh pemandu/guide. Pemandu ini yang akan menceritakan semua sejarah yang berkaitan dengan suku sasak di desa sade. Biasanya setelah selesai, upah ke pemandu ini pun tidak dipatok harga sekian melainkan seikhlasnya. Kalau kemarin saya sendiri hanya memberikan Rp.20.000,- saja karena hanya sebentar. 

Ada beberapa fakta yang menarik tentang suku sasak di desa sade ini yaitu ditengah perkembangan jaman yang semakin modern, suku sasak masih mempertahankan tradisi adat istiadat seperti rumah yang masih seperti nenek moyang dahulu. Berikut beberapa fakta menarik mengenai suku sasak di lombok.

1. Atap rumah masih menggunakan alang-alang
Jika rumah pada umumnya sudah menggunakan genteng sebagai atap, rumah adat suku sasak ini masih mempertahankan keaslian rumah yaitu menggunakan alang-alang sebagai bahan atap rumah. Sekilas memang mirip dengan jerami namun sebenarnya terbuat dari alang-alang yang bisa bertahan sampai 10 tahun dan tidak bocor. Bahan alang-alang didapat dari pegunungan. 

2. Pembersihan lantai menggunakan kotoran sapi
Apakah anda terbayang lantai diberi kotoran sapi terus diratakan? Ya itu adalah salah satu tradisi yang terus dilaksanakan oleh suku sasak di desa sade ini. Fungsinya adalah sebagai penolak bala pada jaman dahulu dan sampai saat ini masih sering dilakukan. Kotoran sapi yang masih basah diratakan pada lantai rumah dan ditunggu sampai kering. 

3. Perempuan suku sasak yang menggunakan anting emas artinya belum menikah
Ketika saya berbincang-bincang dengan pemandu, dia mengatakan jika perempuan yang masih menggunakan anting emas artinya belum menikah. Sedangkan yang tidak menggunakan anting artinya sudah menikah. Setelah saya perhatikan memang benar rata-rata perempuan yang sudah punya anak ataupun menikah sudah tidak menggunakan anting pada telinganya. 

4. Tradisi menculik calon pengantin terlebih dahulu
Ada yang berbeda dari tradisi pernikahan di suku sasak. Jika pada umumnya laki-laki melamar dan meminta secara baik-baik terhadap keluarga perempuan, tidak berlaku bagi kehidupan suku sasak di desa Sade. Laki-laki harus menculik calon pengantin perempuan terlebih dahulu secara diam-diam. Apabila dalam waktu 3 hari pihak orang tua perempuan tidak menemukan calon pengantin artinya mendapat restu dari orang tua. Sebaliknya jika orang tua menemukan maka pernikahan akan batal. Berdasarkan informasi dari pemandu, biasanya pihak laki-laki dan perempuan masih satu kerabat atau sama-sama suku sasak. 

5. Kain tenun suku sasak
Penduduk desa Sade sebagian besar adalah petani dan bertenun. Salah satu hasil keterampilan dari suku sasak ini adalah kain tenun yang menggunakan benang dari kapas. Kapas tersebut dipintal menjadi benang dan benangnya untuk bertenun. Kain tenun tersebut biasanya dijual kepada wisatawan sebagai cendera mata. 

Sebagian besar penduduk suku sasak adalah muslim. Pada jaman nenek moyang pun, Ajaran islam sudah masuk namun masih berbau tradisi hindu dan animisme. Banyak hal menarik yang saya dapatkan ketika berkunjung di desa Sade ini khususnya tentang keberagaman suku di Indonesia. Desa Sade ini selalu ramai dengan pengunjung pada hari libur karena lokasi yang mudah dijangkau. Dari bandara Praya lombok sekitar 20-30 menit menuju arah kota Mataram. 


Blog, Updated at: 06:20

0 comments:

Post a Comment

Follow

Fanspage